"
kadang-kadang tuh penderitaan nularnya kayak virus.
kalo ada yang mao lupain seseorang yang lagi disuka, boleh deh luangin waktu sebentar baca
cerita ini.
based on true story loh! cuma nama2 tokohnya gw rubah, supaya gak menimbulkan keributan
nantinya. hehehe.
"
kadang-kadang tuh penderitaan nularnya kayak virus.
kalo ada yang mao lupain seseorang yang lagi disuka, boleh deh luangin waktu sebentar baca
cerita ini.
based on true story loh! cuma nama2 tokohnya gw rubah, supaya gak menimbulkan keributan
nantinya. hehehe.
"
Awal hari ini sudah ditunjukan oleh keramaian di sebuah jembatan. Masyarakat mengerumuni
sesuatu. Lalu rasa penasaran membuat saya bertanya kepada salah seorang bapak yang berada di paling luar kerumunan, “pak, ada apa sih ribut-ribut?” “itu tuh, ada perempuan mau bunuh
diri” rasa penasaran ku akan wajah perempuan ini membuatku menerobos kerumunan orang-orang.Setelah bersusah payah akhirnya bisa juga aku melewati kumpulan orang-orang ini, dan betapa terkejutnya aku bahwa perempuan itu adalah Rebecca. Rebecca adalah teman sekolah ku yang aku suka, wajahnya benar-benar manis dan sering sekali membuat ku salah tingkah saat berada di depannya, tapi apa gerangan yang membuat ia ingin mengakhiri hidupnya? “Rebecca! Kenapa? Kenapa kamu ingin melakukan ini?” “Bagaimana seorang bujang seperti mu mengetahui penderitaan ku?”“Bagaimana aku mengetahui penderitaanmu kalau kamu tidak pernah bercerita tentang permasalahan mu?” “Kalau kau siap mendengar cerita ku, berarti kau harus siap membantu ku, bagaimana? Apa kau mau? “Aku akan berusaha melakukan apa yang aku bisa, asal kau membatalkan rencana bunuh diri ini. ”Orang-orang mulai menyoraki dan ikut membantuku memohon untuk Rebecca turun dari sisi jembatan. Rebecca pun pada akhirnya membatalkan rencana bunuh diri nya dan langsung turun
menghampiri ku lalu memeluk ku sambil menangis. Air matanya yang dingin membasahi pundak ku sehingga meninggalkan bekas basah di kaos ku. Peristiwa itu disambut tepuk tangan dari orang-orang, seketika aku merasa bangga kalau aku telah menyelamatkan nyawa seseorang juga perasaan bahagia tak terbayang saat ia memeluk ku dengan erat. Dari dulu aku belum pernah mendapat kesempatan berteman baik dengannya sampai pada hari ini. Rebecca mulai bercerita
tentang Danniel mantan kekasihnya yang meninggalkannya. Huh lagi-lagi kisah cinta, lebih
baik aku yang hanya sendiri tanpa merasakan penderitaan seperti itu. Dari dulu aku memang
memiliki bakat menghibur orang yang sedang sedih, sehingga tawa mulai memenuhi wajah Rebecca. Rasanya seperti mimpi bisa dekat dengan Rebecca salah satu wanita paling cantik di
kelas ku. Rebecca yang mulai menyukai hiburan-hiburan dari mulutku pun kelihatanya mulai
ketagihan ngobrol dengan ku. Dalam sehari saja ia bisa menelefon ku sampai 2 jam. Setiap ku
dengar suaranya di telefon berkata “halo” rasanya senang sekali mendengarnya. Telefon pun diikuti oleh banyak nya sms indah darinya. Mungkin kah Rebecca mulai menyukai ku? Ah kurasa tidak mungkin wanita seperti ia menyukai laki-laki sampah seperti ku. Ia hanya menjadikan ku pelampiasan kesedihannya, tapi entah kenapa ku rasa itu suda cukup asal bisa membuatnya tertawa itu sudah dapat membuat ku senang. Akhirnya pada suatu malam tibalah saat cerita ini menjadi seru. Tidak seperti biasanya, kali ini Rebecca menelefon ku bukan untuk mengobrol denganku, tetapi ia menyuruh ku untuk datang ke apartemennya. Tanpa ragu lagi aku datang ke apartemenya untuk memenuhi ajakannya. Disana Rebecca sudah menunggu ku dengan mengenakan gaun hitam yang sangat indah. Ini benar-benar penampilan Rebecca yang paling cantik yang pernah ku lihat. Dengan gaun itu, kulitnya yang putih sangat memancarkan kecantikannya. Lalu aku mulai melontarkan pertanyaan pertama ku saat bertemu dengannya.
“ada apa ini? Untuk apa kau berpenampilan cantik seperti ini? Apa ada pesta yang harus kau hadiri?”
“tidak gaun ini ku pakai untuk menyambut kamu” “menyambutku?” “sudah masuk saja dulu, kita bicara lagi di dalam”
Ternyata di dalam juga sudah disiapkan lilin yang menyala di meja makan kecil apartemenya yang remang-remang membuat susana menjadi sangat romantis. Selain itu disiapkan juga sebotol ice wine kesukaan ku yang sengaja ia beli untuk ku, padahal wine itu harganya cukup mahal. Malam itu kita bicara hal-hal yang lebih romantis, sehingga niat ku untuk menyatakan
perasaan ku padanya pun mulai muncul, tetapi rasa tegang pun terus menunda ku untuk menyatakannya. Lalu terjadilahlah sesuatu yang tidak akan pernah sampai dipikiran ku. Rebecca berkata “ lihat gelang yang sedang ku pakai ini, ini adalah pemberian Danniel”
Aku berkata ” apa kamu masih belum bisa melupakannya? Apakah Danniel masih menjadi kesedihan mu? ”Rebecca berkata“ tidak, karena itu aku melepaskan gelang ini dan sekarang juga akan ku buang agar tidak menjadi bekas di tubuh ku ”Belum sempat aku bicara ia terus melanjutkan perkataannya.
“lihat kalung ini, ini juga merupakan pemberiannya, aku tidak akan mau mengenakannya dan
sekarang kubuang agar tidak menjadi bekas di tubuh ku”
“lihat anting ini, ini juga pemberiannya, tak mau aku membiarkannya melekat di tubuh ku”
Lalu terjadi sesuatu yang sangat mengejutkan, ia mulai melepas gaun hitamnya dari tubuhnya dan berkata “ Gaun ini juga pemberiannya, dan aku juga akan membuangnya dari tubuh ku” lalu
aku pun mulai menyelaknya, dan ku suruh ia mengenakan gaunnya kembali agar ia tidak tampil
telanjang di hadapan ku, tetapi ia tidak melakukannya. Ia malah melanjutkannya dengan
membuka seluruh pakaian dalamnya dengan perkataan yang sama. Lalu keheningan pun terjadi di antara kita.
“apa yang mau kau lakukan sebenarnya dengan mengundang ku kesini dan telanjang seperti itu?”
Kelihatanya ia tidak mendengar kata-kata ku dan lanjut berkata.
”ada bekas ciumannya di bibir ku, ini pemberiannya, mau kah kau menghapus bekas ciumannya
dengan bibirmu” sebelum sempat berkata-kata ia langsung menciumku. Aku yang sudah tidak
dapat berpikir lagi dan mulai menikmati ciumannya.
“ di jembatan kamu sudah berjanji untuk membantu ku, mau kah kamu memenuhi janji mu? Mau kah kamu menghapus bekas bagian tubuhnya yang lain yang ada di bagian tubuhku dengan bagian tubuh mu?”
Malam itu kami melakukan hubungan seks. Pikiran ku sudah tak terkendali lagi oleh permintaannya dan berakhirlah malam itu. Matahari pagi menyambutku dan menyadarkan ku bahwa aku tertidur di apartemenya. Apakah dengan begini Rebecca akan menjadi pendamping hidup ku?
Aku berjanji akan menyayanginya seumur hidup dan tidak akan meninggalkannya seperti perbuatan Danniel kepadanya. Tetapi pagi itu aku tidak melihatnya berada di samping ku,
kemana ia sebenarnya. Lalu aku keluar dan mulai mencarinya kemana-mana. Saat aku mencarinya dan melewati jembatan, lagi-lagi aku melihat orang-orang berkumpul di jembatan itu lagi.
Masa sih ada yang mencoba bunuh diri di tempat itu lagi? Lalu aku menerobos kerumunan
orang-orang disana untuk mencari tahu apa yang terjadi.……………………………………………………………………….
Lalu dari jembatan itu aku melihat mayat Rebecca di dasar jurang tergeletak dan dibanjiri darah di kepalanya. Kesedihan meliputiku sehingga membuat lutuku lemas sampai aku jatuh dalam posisi berlutut. Belum sempat air mata keluar dari mataku berkata-kata lah salah seorang daripada orang-orang yang berkumpul itu “ Tadi perempuan ini langsung saja bunuh diri melompat dari jembatan ini ke jurang, tetapi sebelumnya ia menitipkan pesan pada ku untuk seseorang yang menemaninya malam ini, katanya semua barang dan bekas di tubuhnya telah hilang dan terhapus, tetapi masih ada yang belum bisa di hapus,… yaitu ingatannya”
Saat itu juga malah aku yang berniat melompat dari jembatan itu ke dasar jurang karena kesedihan ku akan Rebecca. Belum sempat aku melompat datanglah seorang wanita cantik yang tidak ku kenal menerobos kerumunan dan berkata kepada ku
“Kenapa? Kenapa kamu ingin melakukan ini?”
“Bagaimana seorang tak dikenal seperti mu mau peduli tentang penderitaan ku?”
“Bagaimana kau tau aku peduli atau tidak kalau kamu tidak mau bercerita tentang permasalahan mu?”
“Kalau kau siap mendengar permasalahan ku, berarti kau harus siap membantu ku, bagaimana?
Apa kau mau?
“Aku akan berusaha membantu apa yang aku bisa bantu, asal kau membatalkan rencana bunuh diri ini.”
“…membantu ku? Walaupun aku ingin kau menghapus bekas bibir dan bekas tubuhnya yang ada di tubuhku?”
“ ya kalau itu bisa menghapus ingatan mu tentang dia, bisakah?”



0 comments:
Post a Comment